My Books

 MENGHADIRKAN SEMAR LAGI

Setelah Siluet Bulan Luka dan Selingkuh yang merupakan cetak dan penerbitan ulang sekaligus penyegaran tampilan buku lama, kini kami hadirkan Semar Yes! dengan wajah baru. Kumpulan cerpen karya Budi Maryono ini kali pertama terbit tahun 2012, setahun kemudian cetak ulang. Setelah itu, habis dan tidak pernah cetak lagi. Kami menerbitkan buku-buku lain bersama gelombang pasang gelombang surut hingga sekarang.

Kami menghadirkan kembali Semar Yes! untuk memenuhi beberapa permintaan, sekaligus berharap bisa menyuguhkan bacaan alternatif bagi pembaca baru: siapa saja yang pada tahun 2012/2013 mungkin masih anak-anak atau remaja dan belum bisa/pernah mencerna, menikmati, 10 cerpen yang lahir dari rahim kegelisahan atas persoalan sosial politik di negeri ini. Demikian juga yang sudah dewasa namun waktu itu belum “terjangkau” sebagai pembaca. 

Benar belaka bahwa setiap cerita tidak begitu saja jatuh dari langit atau muncul tiba-tiba dari ruang kosong. Selalu ada konteks yang di tangan kritikus atau akademikus sastra bisa menjadi bahan telaah. Meskipun demikian, setiap cerita juga memiliki ruang penafsiran yang sangat mungkin melintasi zaman. Minimal, masih saja relevan justru karena “keadaan yang tidak juga berubah” walau waktu terus bergerak.  

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 108 halaman. Bookpaper 72 gram. Ilustrasi warna. Harga: Rp 75.000.

 

RELEVANSI MAKNA TERDALAM


Benang merah keseluruhan cerita ada pada pertanyaan tentang komitmen. Ketika seorang suami jatuh cinta pada istri orang lain, apakah ia sedang mengkhianati komitmen pernikahan? Ketika seorang lelaki ingin menjadi perempuan, apakah ia sedang mengkhianati komitmen penciptaannya dengan Tuhan? Pada titik itulah “seling-kuh” memperoleh relevansinya yang paling dalam.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 182 halaman. Bookpaper 72 gram. Harga: Rp 100.000

 

 

MEMOAR PENDIDIKAN

Dua puluh dua tulisan yang terkumpul dalam buku ini adalah catatan kenangan personal. Karena si penulis, Budi Maryono, fokus hanya pada para guru yang melekat dalam ingatannya, bisa jadi merupakan kenangan yang teramat subyektif. Meskipun demikian, kumpulan catatan kenangan terhadap guru SD, SMP, dan SMA ini tetap bisa, bahkan layak, dibaca oleh siapa saja. Para guru bakal menemukan bahwa perhatian kecil yang mungkin “tak sengaja” ternyata sangat berarti bagi (seorang) murid. Para murid akan mendapatkan gambaran, apa yang guru lakukan dan menjengkelkan, sesungguhnya bukan untuk diri guru melainkan untuk kebaikan murid.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 140 halaman. Bookpaper 72 gram.

 

BELAJAR PADA LUKA

Lima belas cerpen dalam kumpulan ini bertutur tentang hal-hal sederhana yang acap terlupakan dalam kehidupan manusia. Cerita-cerita tentang pergulatan manusia yang sebenarnya bisa terjadi di belahan Bumi mana pun. Mengungkapkan banyak hal yang tak terlihat oleh mata. Dari motif suatu tindakan berikut akibatnya hingga gejolak pikir dan rasa “dunia dalam”. Tokoh utama lebih berkonflik dengan diri sendiri daripada dengan tokoh lain di sekitarnya. 

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 132 halaman. Bookpaper 72 gram. Harga: Rp 75.000. 


TIGA LAPISAN PROSES

Kumpulan puisi ini terbagi dalam tiga lapisan. Yang pertama, “tidurlah…”, tentang beragam hal yang menyangkut “kehidupan berbangsa dan bernegara”. Puisi-puisi yang mengekspresikan gejolak diri si penyair ketika berhadapan dengan kondisi sosial-politik yang melingkupinya.

Yang kedua, “jangan…”, tentang beraneka hal yang berkaitan dengan “kehidupan bercinta dan berumah tangga”. Puisi-puisi yang menggambarkan relasi serta suasana batin si penyair ketika berhadapan dengan kekasih hatinya.

Yang ketiga, “berikan…”, tentang bermacam hal yang bersentuhan dengan “kehidupan beriman dan berlaku-nyata”. Puisi-puisi yang merefleksikan kegelisahan dan perjalanan si penyair ketika berhadapan dengan penciptanya.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13 x 19 cm. Tebal: 124 halaman. Bookpaper 72 gram. Harga: Rp 65.000.

 

YANG LEBIH FRESH

Cetakan pertama tahun 2017. Setelah habis, setiap tahun ada saja yang menanyakan, kapan cetak ulang. Akhirnya, demi memenuhi keingintahuan yang belum memiliki dan membaca, cetak lagi Maret 2020 dengan sampul baru yang lebih fresh.

Catatan harian tentang keluarga, tentang hal-hal remeh dalam keseharian namun sarat makna. Itulah sebabnya menjadi
istimewa.

Dalam buku ini, si Bapak “berbagi cerita berbagi hati”: beragam kisah yang bermuara pada kesimpulan bahwa kegembiraan, kebahagiaan, tak boleh menunggu di luar.

Perempuan/istri perlu baca agar tahu tentang (pikiran) lelaki/suami. Anak perlu baca agar tahu tentang (perasaan)  bapak. Laki-laki/suami/bapak perlu baca juga agar segala pikiran dan perasaan yang selama ini terpendam,
tersalurkan.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 392 halaman. Kertas isi: 57 gram. Harga: Rp 175.000. 

 

MUTIARA DI BALIK GAMBAR


Sebagai karya kreatif, film adalah cermin yang merefleksikan (nilai-nilai) kehidupan. Karena itu, di luar sisi hiburan, kita bisa memetik apa pun dari sana, antara lain inspirasi, motivasi, dan hikmah --meski tidak selalu langsung tertangkap dengan mudah.

Esai-esai pendek dalam buku ini merupakan salah satu upaya menemukan “mutiara” di balik gambar dan cerita.


Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 156 halaman. Kertas isi: 72 gram. Harga: Rp 75. 000.   


JEJAK DAN TANDA

Ini semacam pendokumentasian ulang karya-karya awal kepengarangan sebagai jejak atau tanda. Karena itulah saya tidak memesan gambar baru untuk ilustrasi sampul buku. Saya pilih karya Mas Goen yang dulu menjadi ilustrasi cerita pendek “Ustad Salim Menangis”. Kenapa? Sebab sejak termuat bersama di tabloid Cempaka edisi 2018/V/2-8 Juni 1993, saya “jatuh cinta” pada gambar itu. Dan kalau boleh “agak-agak gimana gitu”, inilah salah satu cara saya mengekspresikan kekaguman dan penghormatan kepada Mas Goen, Sang Empu Kartun.

Alhamdulillah, kliping yang hampir 30 tahun tersimpan bermetamorfosis (lagi) menjadi buku. Semoga (masih) memberikan sesuatu kepada siapa saja, terutama bagi pembaca yang bahkan belum lahir atau masih kanak-kanak saat cerita-cerita ini kali pertama hadir. 

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 98 halaman. Kertas isi: 70 gr. Harga: Rp 50.000.   


MUNAJAT DENGAN PUISI

Seperti tasbih, kitab kecil ini berisi 99 butir puisi yang terbagi menjadi tiga kombinasi kata: 33 “mau-asal”, 33 “rela-agar”, dan 33 “pasrah-karena”. Meski atau justru karena pendek-pendek, bisa menjadi semacam jalan untuk senantiasa “ingat”.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 14 x 14 cm. Tebal: 100 halaman. Harga: Rp 35.000.




YANG TAK JEMU MERINDU

Lima puluh puisi yang terkumpul dalam buku ini bernada dasar cinta dan rindu. Beragam cinta, beragam rindu. Persembahan istimewa untuk siapa pun yang tak jemu merindu. Terkemas sebagai buku saku hard cover, isi berhias foto dan gambar untuk "penguat kesan puitis".

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  11 x 18 cm. Tebal: 100 halaman. Hardcover. Harga : Rp 65.000. Terbit 11 Februari 2019. 




PERSELINGKUHAN TAK BIASA

SEBAGAIMANA ibu dan istri yang baik, Mini sangat mencintai anak dan suami. Karena itu, ketika keadaan benar-benar mengharuskan, dia rela berkorban untuk mereka dengan bekerja di Hongkong, menjadi buruh migran, demi masa depan.  

Sejak awal tentu saja Mini berniat kuat untuk pulang. Apalagi saat hari keberangkatan, susah-payah dia melepaskan diri dari kelengketan peluk-cium Imin, Muhaimin, si sulung yang baru masuk sekolah dasar dan Atik, Wardatik, si bayi dua tahun yang baru saja dia sapih.

Namun hidup selalu punya belokan yang sering tidak kelihatan di peta rencana. Satu bulan menjelang masa kerja dua tahun habis, Mini menelepon, meminta izin Kardi, suaminya, untuk memperpanjang kontrak dua tahun lagi. ”Pulanglah, Ni... Gak kangen arek-arek ta?” pinta Kardi, menyembunyikan kerinduan sendiri. 

”Yo kangen se, Cak. Kangen arek-arek, kangen sampean. Kangen seru. Tapi majikanku ini baik, Cak. Marah cuma kadang-kadang. Gak seperti majikan Yuk Sema, temanku di sini, kuejem temenan. Mumpung dapat majikan baik, Cak... aku teruskan saja kontraknya. Tambah dua tahun biar tabungan kita makin banyak untuk modal usaha, biar aku gak kembali ke sini lagi.” 

Mini memang tak tersandung masalah selama bekerja di Hongkong, namun begitu masa kontrak kedua habis dan pulang, dia menghadapi kenyataan tak terduga: suaminya berubah! Mini pun terjebak antara bertahan di rumah, di kampung halaman, atau balik ke negeri orang… 

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 200 halaman. Softcover. Harga : Rp 55.000.  

SKETSA-SKETSA KELUARGA

Dua puluh tulisan yang terkumpul dalam buku ini merupakan “sketsa keluarga”. Dengan tokoh sentral pasangan Daim dan Ninik, cerita berkisar pada kejadian dan persoalan keseharian plus bumbu perenungan.

Ada persoalan tentang anak, teman, tetangga, sekolah, ada pula tentang pembantu rumah tangga. Hampir semua berangkat dari kejadian nyata namun terolah sedemikian rupa menjadi semacam cerita pendek, sehingga pesan dan kesan terasa lebih melekat di benak.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 126 halaman. Harga: Rp 50.000.
 

TAK BOLEH MENUNGGU DI LUAR

Ini buku kedua “berbagi cerita berbagi hati”, setelah Mengunyah Rindu (Gramedia Pustaka Utama, 2016). Buku pertama memuat catatan harian tahun 2005–2010, sedangkan buku ini merangkum cerita-cerita tahun 2010–2014. Maka nada dasarnya pun tak berbeda: karena semua berawal dari rumah… dari keluarga.

Tentu boleh-boleh saja membaca Mengunyah Rindu tanpa membaca “Bapak Nakaaal…!”, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, sangatlah lebih afdol menikmati keduanya sebagai sebuah keutuhan: “mengunyah rindu bapak nakal” atau “bapak nakal mengunyah rindu”, beragam kisah yang bermuara pada kegembiraan, kebahagiaan, tak boleh menunggu di luar.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  14 x 21 cm. Tebal: 376 halaman. Harga : Rp 85.000.

 

BAGI YANG INGIN PULANG

Dalam buku ini, meskipun penulis hanya menceritakan istri dan anak-anaknya, mereka bisa tampil begitu riil. Banyak hal yang bisa diambil sebagai manfaat dari lima tokoh dengan karakter berbeda-beda. Ada Bapak yang selalu berusaha menjadi orang paling “yakin” meskipun ketakpastian adalah menu sehari-hari. Ibu yang selalu menjadi tempat menenangkan diri. Tia si sulung yang sangat beruntung karena memiliki bapak yang bisa begitu "hadir" dalam hidupnya. Biru yang meskipun keras kepala tapi penyayang. Serta Gigih, si bungsu yang punya banyak pertanyaan di luar dugaan. 

Buku ini akan menjadi pembuka jalan bagi siapa pun yang ingin pulang tetapi terkendala ego dan waktu. Sebab, bagaimanapun, pulang adalah hak bagi mereka yang pernah berangkat. -- Destaayu Wulandari di goodreads.com.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 416 halaman. Tahun terbit 2016. Harga : Rp 95.000.
 

YANG MUDAH DIPAHAMI

Buku ini menjadi menarik, dan tentu saja juga bermakna serta berarti, terutama karena penulisnya tidak memosisikan realitas keberadaannya sebagai guru yang sedang mengajar murid. Melainkan lebih sebagai seorang temanBaik sedang, dengan rileks, mengajak kesemua kita (yang merupakan kawan-kawan baik baginya) untuk menulis puisi dengan melibatkan hati. Itulah sebab mengapa isi buku ini sungguh mudah dipahami dan menyodorkan banyak jenis keleluasaan bagi pembaca untuk mempraktikkannya. --- Timur Suprabana, penyair dan facebooker

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  13 x 19 cm. Tebal: 106 halaman. Tahun terbit 2016. Harga Rp 35 000.

 
NULIS CERITA SAMBIL TERTAWA

TIPS menulis cerpen dengan bahasa dan bahasan yang sangat ringan. Penulis pemula dan remaja pada umumnya akan sangat terbantu oleh buku ini. Begitupun para orang tua, guru, dan dosen Bahasa/Sastra Indonesia yang sering kesulitan menyampaikan pelajaran mengarang dengan cara yang "menggugah selera".
 
Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  13 x 19 cm. Tebal: 120 halaman. Tahun terbit 2014. Harga Rp 35 000.





PEREMPUAN PEJUANG TANGGUH

Buku memoar seorang balerina berjudul Jetty Maika Bertahan di UjungPointe... ini membuka mata kita tentang perjuangan, kerja keras, dan jatuh bangun di dunia balet Indonesia, sekaligus juga suka cita, rasa bangga, dan kehidupan penuh berkat dan kebahagiaan. Sebuah perjuangan yang sesungguhnya akan dialami oleh siapa saja yang telah menetapkan dan meraih impian --apa pun yang terjadi.

Ditulis dengan bahasa yang renyah berisi oleh Budi Maryono dan Gana Stegmann, dilengkapi foto-foto cantik pentas Jetty Maika, pun foto-foto persembahan putrinya, Jemima Vaya, buku ini tampil secantik panggung balet dalam sebuah repertoar, sekaligus tangguh. Setangguh perjuangan para penari dalam mempersiapkan pertunjukan balet terbaik.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 168 halaman. Full Colour. Tahun terbit 2014. Harga Rp 80.000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar